SEKILAS INFO
: - Wednesday, 21-10-2020
  • 5 bulan yang lalu / Pengumuman Kelulusan Kelas XII SMK Negeri 2 Pematangsiantar Tgl. 2 Mei 2020 Melalui Website ini dan Whats Group. Pukul 14.00 WIB.
  • 6 bulan yang lalu / Masa pelaksanaan proses belajar mandiri di rumah masing-masing melalui pembelajaran daring (online) diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 dan dievaluasi kemudian sesuai kebutuhan.
  • 6 bulan yang lalu / Physical Distancing, Cara Terbaik Mencegah Penularan Corona Covid-19
Don't Be Late

  1. Latar Belakang

                Quality is everyone’s business (Mutu merupakan urusan semua orang), Pendidikan harus bermutu karena berhubungan dengan sumber daya manusia (SDM), sdm yang bermutu menandakan karakter negara yang bermutu, negara yang bermutu adalah negara yang maju. Indonesia adalah negara yang kurang bermutu ditinjau dari kualitas mutu pendidikan berdasarkan data dari unesco dan posisi pendidikan indonesia di asia serta pengakuan dunia internasional terhadap sekolah di indonesia. Rendahnya mutu ini ditandai dengan rendahnya etos kerja dan etos belajar masyarakat indonesia. Penyebab rendahnya etos kerja dan etos belajar ini adalah karena telah mengakarnya budaya terlambat masyarakat Indonesia yang menggeser budaya disiplin sebagai salah satu budaya masyarakat yang bermutu.

                Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran yang penting dalam membentuk Sumberdaya Manusia. Di sekolah dapat dibentuk manusia yang bermutu melalui proses kegiatan belajar mengajar dari aspek kognitif, afektif dan Psikomotirik. Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2014.

                Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam pembentukan Kualitas sumber daya manusia, dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang pendidik guru berhadapan langsung dengan siswa. Guru menjadi inspirasi, teladan bagi siswa, sehingga setiap perilaku guru, baik di kelas maupun diluar kelas dapat menjadi cotoh dan teladan bagi siswa. Jika guru menunjukkan sikap dan perilaku negatif, dapat berdampak pada perilaku siswa menjadi negatif, sebaliknya apabila guru berperilaku positif berdampak pada siswa untuk berperilaku positif. Guru yang disiplin dapat berdampak pada siswa yang juga berperilaku disiplin, terutama untuk kehadiran di sekolah. Guru yang terlambat menjadi contoh oleh siswa untuk terlambat, keterlambatan dapat menjadi budaya dan menjadi hal yang biasa jika keterlambatan itu terjadi berulang – ulang. Untuk itu sudah selayaknya guru tidak datang terlambat agar siswa juga tidak datang terlambat.

                Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk perbaikan dan merubah kondisi budaya terlambat guru adalah dengan menerapkan metode reward and Punishment. Imbalan dapat diberikan kepada guru yang dapat hadir sebelum tanda bel masuk berbunyi dan hukuman atau sangsi diberikan kepada guru yang datang terlambat atau setelah bel tanda masuk berbunyi setiap harinya.

  1. Budaya Terlambat

                Jika Keterlambatan terjadi hanya satu kali saja, ini belem dikatakan sebagai budaya,. Tetapi kenyataan di lapangan sekarang meyebutkan bahwa aktifitas terlambat ke sekolah, ke tempat kerja, menghadiri pertemuan – pertemuan, terlambat melakukan ibadah, dan terlambat dalam segala hal lainnya yang mugkin kitapun pernah melakukannya kini merupakan sesuatau yang lazim dilakukan terus menerus  bahkan menjadi suatu  kebiasaan.

                Aktifitas terlambat seolah menjadi karakter dari masyarakat indonesia dan susah untuk dihilangkan, inilah yang kemudian menjadi tanda mengapa etos kerja dan etos belajar masyarakat Indonesia rendah. Budaya terlambat yang telah mengakar ini  telah menggeser peran penting dari budaya disiplin yang dulu dijunjung tinggi oleh masyarakat indonesia. Pergeseran budaya ini tidak terlepas dari kesadaran individu dari masyarakat sendiri. Karena selama masyarakat masih memaklumi aktivitas terlambat, dan selama aktivitas yang sudah menjadi budaya itu terus menerus dilakukan oleh masyarakat, maka bukan tidak mungkin atau sekarang telah menjadi kenyataan bahwa budaya telat merupakan symbol identitas masyarakat indonesia. Masyarakat indonesia yang selalu dan selalu datang terlambat untuk menghadiri suatu pertemuan atau untuk melaksanakan sesuatu hal adalah masyarakat yang tidak dapat menghargai waktu, mereka tidak mengerti akan betapa berharganya waktu, karena waktu yang terbuang percuma tidak akan pernah bisa diputar kembali

                Aktivias berbudaya merupakan aktivitas yang berupa kebiasaan dan perilaku sosial yang dilakukan masyarakat yang penuh dengan proses semiosis. Yaitu proses pemaknaan simbolik. Budaya tidak selalu melulu berbentuk hal – hal yang positif karena ternyata kebiasaan – kebiasaan negatif yang sering dilakukan oleh masyarkatpun dapat dikategorikan sebagai budaya, kebiasaan datang terlambat adalah salah satunya. Budaya terlambat yang sudah mengakar dalam diri masyarakat indonesia dapat disebut sebgai simbol identitas diri dari masyarakat indonesia. Budaya terlambat yang sudah menjalar di masyarakat Indonesia menyimbolkan identitas bangsa yang memiliki etos kerja dan etos belajar yang rendah dan yang menyimbolkan pribadi masyarakat yang tidak menghargai waktu.

(sumber : Pipit Nurul Fitriah http://anotherlove-lifestories.blogspot.com/2012/02/budaya-telat-sebagai-simbol-identitas.html

 

  1. Budaya Disiplin

Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai – nilai yang dipercaya termasuk melakukan perkerjaan tertentu yang menjadi tanggungjawabnya. (Wikipedia). Menurut James Drever dari sisi psikologis, disiplin adalah kemampuan mengendalikan perilaku yang berasal dari dalam diri seseorang sesuai dengan hal-hal yang telah di atur dari luar atau norma yang sudah ada. Dengan kata lain, disiplin dari segi psikologis merupakan perilaku seseorang yang muncul dan mampu menyesuaikan diri dengan aturan yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut Pratt Fairshild dari sisi sosiologi, disiplin terdiri dari dua bagian, yaitu disiplin dari dalam diri dan juga disiplin sosial. Keduanya saling berhubungan satu sama lain, sehingga seseorang yang mempunyai sikap disiplin merupakan orang-orang yang dapat mengarahkan perilaku dan perbuatannya berdasarkan patokan atau batasan tingkah laku tertentu yang diterima dalam kelompok atau lingkup sosial masing-masing. Pengaturan tingkah laku tersebut bisa diperoleh melalui jalur pendidikan dan pembelajaran. Selanjutnya menurut John Macquarrie dari segi etika, disiplin adalah suatu kemauan dan perbuatan seseorang dalam mematuhi seluruh peraturan yang telah terangkai dengan tujuan tertentu.

                Berdasarkan ketiga pengertian disiplin menurut para ahli di atas, bisa disimpulkan bahwa dari sudut pandang manapun, disiplin merupakan sikap yang wajib ada dalam diri semua individu. Mengapa? Karena disiplin adalah dasar perilaku seseorang yang sangat berpengaruh besar terhadap segala hal, baik urusan pribadi maupun kepentingan bersama. Untuk mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam mengerjakan sesuatu, dibutuhkan latihan dengan kesadaran dari dalam diri akan pentingnya sikap disiplin sehingga menjadi suatu landasan bukan hanya pada saat berkerja, tetapi juga dalam berperilaku sehari-hari. (http://www.duniapelajar.com/2014/07/16/pengertian-disiplin-menurut-para-ahli/)

                Sebuah proses pendidikan tidak akan berhasil jika tidak ada penerapan disiplin kepada siswa. Disiplin adalah kemampuan memanfaatkan waktu untuk melakukan hal – hal yang positif guna mencapai sebuah prestasi. Disiplin juga berarti kemampuan berbuat hanya yang memberikan manfaat bagi dirinya, orang lain, dan lingkungan.

Sayang, pohon kedisiplinan di sekolah mulai roboh. Ini terjadi oleh karena tiadanya teladan para pendidik dan tenaga kependidikan serta kepala sekolah, dilain pihak karena rapuhnya tata tertib disekolah. Lemahnya perhatian sekolah pada penegakkan peraturan merupakan sebab kerapuhan tersebut. Karena itu, saatnya kepala sekolah memprioritaskan tegaknya budaya disiplin dikalangan para Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Siswa. Sehingga perilaku dan prestasi siswa membanggakan. Disiplin terkait dengan tata tertib dan ketertiban. Ketertiban berarti kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan karena didorong oleh sesuatu  yang datang dari luar dirinya. Disiplin adalah kepatuhan yang muncul karena kesadaran dan dorongan dari dalam diri orang itu. Sedangkan tatatertib berarti perangkat peraturan yang berlaku untuk menciptakan kondisi yang tertib dan teratur.  

 

  1. Finger Print

Finger Print atau mesin absensi sidik jari merupakan alat teknologi yang digunakan biasanya di perkantoran untuk mencatatkan kehadiran seorang pegawai dikantor berdasarkan waktu kedatangannya dengan mendeteksi (Scaning) sidik jari karyawan tersebut. Mesin absensi fingerprint dinilai amat membantu untuk menjauhkan dari kecurangan yang kiranya dilakukan oleh pekerja dalam hal kedisiplinan kedatangan. Dengan kata lain sistem absensi memakai mesin finger print tidak dapat dipalsukan karena sidik jari setiap pegawai berbeda- beda.

Mesin absensi sidik / Finger print  sangat baik diterapkan di sekolah sebagai lembaga pendidikan, untuk mencatatkan kehadiran guru sebagai pendidik dan pegawai sebagai tenaga kependidikan. Kehadiran guru dan pegawai sangat penting untuk layanan pendidikan di sekolah. Namun yang lebih penting adalah untuk membudayakan datang tidak terlambat ke sekolah oleh guru dan pegawai sebagai contoh dan teladan bagi siswa agar tidak terlambat.

Banyak manfaat diperoleh dari mesin absensi finger print ini yakni :

  1. Kehadiran teknologi finger print akan membangun kesadaran pengguna dalam hal ketepatan waktu. Karena pencatatan data finger print diformat dalam batas waktu yang telah ditentukan , sehingga setiap guru atau pegawai yang terlambat melakukan scaning sidik jarinya atau yang melakukan scaning sidik jari diluar waktu yang telah ditentukan dianggap terlambat atau tidak hadir. Sehingga menjadikan pengguna lebih tertib.
  2. Penggunaan finger print tentu akan menghemat penggunaan kertas
  3. Penggunaan finger print lebih prakatis, cepat, dan mudah. Artinya data yang masuk dapat dengan mudah di analisa.

Dengan penggunaan finger print diyakini kehadiran guru dan pegawai akan meningkat.

 

  1. Strategi Pemanfaatan Finger Print untuk Reward and Punishment

Agar pemanfaatan finger print ini dapat berguna secara maksimal maka perlu strategi penggunaan yang tepat dan berkelanjutan. berikut rancangan strategi pemanfaatan finger print.

  1. Mensosialisasikan penggunaan finger print dan manfaat penggunaan finger print
  2. Mensosialisasikan reward dan punishment untuk keterlambatan
  3. Data sidik jari guru dan pegawai di masukkan kedalam sistem finger print
  4. Penyesuaian jadwal kehadiran dan kepulangan guru dengan finger print
  5. Setiap akhir bulan seorang petugas melakukan pencetakan (Print out) atau report dari hasil absensi yang tercatat

 

  1. Strategi Penerapan Reward and Punishment

                Sesuai dengan tata tertib dan aturan yang berlaku disekolah untuk jadwal kehadiran guru di sekolah setiap hari. Pada umumnya setiap sekolah memulai jam pelajaran pertama pada pukul 7.30 WIB. Artinya pada pukul 7.30 WIB kegiatan belajar mengajar sudah berlangsung. Sehingga diharapkan seorang guru dan siswa harus telah hadir disekolah paling lambat pukul 7. 30 WIB.

                Sesuai dengan prinsip reward and punishment, setiap ketidak terlambatan akan diberikan penghargaan dan setiap keterlambatan akan diberikan hukuman. Untuk efektifitas reward and punishment ditetapkan strategi sebagai berikut :

Setiap 1 menit ketidakterlambatan akan diberikan reward sebesar Rp. 1.000,- dan diakumulasikan maksimal satu hari sebesar Rp. 20.000,- . sebaliknya untuk keterlambatan akan diberlakukan hukuman atau punishment sebesar Rp. 1.000,- untuk setiap menit keterlambatan dan diakumulasikan maksimal satu hari sebesar Rp. 20.000,-

                Reward akan dibayarkan kepada guru dengan cara mengakumulasi kehadirannya selama satu bulan dan dikalikan dekalikan Rp. 1.000 dan maksimal selama satu bulan reward yang diterima seorang guru dan pegawai adalah 25 hari kerja dikalikan Rp. 20.000 sehingga maksimal reward yang diterima guru adalah sebesar Rp. 500.000,-. Dan dibayarkan kepada Guru melalui bendahara komite sekolah. Sementara Punishment atau hukuman bagi guru dan pegawai yang terlambat adalah kebalikan dari reward, maksimal keterlambatan guru adalah sebesar Rp. 500.000,-. Denda dibayarkan oleh guru kepada bendahara komite melalui pemotongan gaji oleh Bendahara sekolah.

Sumber Pembiayaan

Sumber pembiayaan untuk penerapan metode ini dapat dianggarkan melalui dana yang disepakati antara orang tua dengan pihak sekolah melelui komite sekolah

  1. Kesimpulan

“Kebanyakan orang sebenarnya benci karena selalu terlambat, dan sudah sering mencoba memperbaikinya. Hal ini sering salah dipahami oleh orang yang selalu tepat waktu. Mereka selalu mengira (orang yang selalu terlambat) tidak punya kontrol diri, egois, atau sembarangan. Namun ini merupakan masalah yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat,” papar konsultan manajemen Diana DeLonzor, yang juga penulis buku Never Be Late Again.

DeLonzor bersama timnya dari San Francisco State University pernah menggelar studi terhadap 225 orang, di mana 17 persennya mengalami masalah terlambat yang kronis.Namun, DeLonzor melihat pola yang jelas di antara orang-orang tersebut. Orang yang selalu datang terlambat cenderung selalu menunda-nunda, dan punya masalah kontrol diri (cenderung punya masalah seperti makan berlebihan, kecanduan alkohol, berjudi, dan belanja secara impulsif). Mereka juga menunjukkan kesenangan mencari sensasi, dan gejala-gejala ADD (Attention Deficit Disorder) seperti sulit berfokus dan menaruh perhatian. “Orang-orang yang terlambat secara kronis sering bergulat dengan kegelisahan, gangguan, perasaan yang saling bertentangan, atau kondisi psikologis dalam diri lainnya,” ujar Pauline Wallin, PhD, psikolog di Camp Hill, Pennsylvania. Dalam studi mengenai keterlambatan di dunia kerja, terungkap adanya beberapa karakteristik kepribadian yang berperan dalam keterlambatan itu. Karakteristik ini membuat kebiasaan terlambat semakin sulit didobrak. Menurut DeLonzor, sebenarnya ada tujuh tipe orang yang selalu terlambat, namun kebanyakan bisa dibagi ke dalam tiga kategori:

The Deadliner. Orang ini terbiasa menunda apa yang harus dilakukan hingga menit terakhir, dan setelah itu terburu-buru menyelesaikannya. Ia akan mengatakan, mampu bekerja lebih baik bila berada di bawah tekanan. Hal ini menyebabkannya sulit memotivasi diri, kecuali ada krisis yang mendesaknya untuk segera bertindak. Baginya, bergegas-gegas memberinya cara untuk melepaskan kebosanan.

The Producer. Ia butuh menuntaskan pekerjaan secepat mungkin. Ia akan merasa puas dengan dirinya ketika berhasil menyelesaikan seluruh daftar to-do-list-nya. Secara konsisten ia akan mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugasnya. Karena tak suka membuang-buang waktu, mereka menjadwal diri mereka untuk memanfaatkan setiap menit yang dimiliki. Tetapi karena itu, ia jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk memastikan semuanya beres.

The Absent-Minded Professor adalah orang yang mudah sekali teralihkan perhatiannya. Mereka sering tidak ingat waktu, salah menaruh kunci mobil dari tempat biasanya, atau lupa dengan janji yang dibuatnya.

 Kebanyakan orang memiliki lebih dari satu tipe kepribadian keterlambatan ini. Empat kepribadian lainnya adalah The Rationalizer (tidak pernah mengakui keterlambatannya, dan tipe ini umumnya dimiliki orang yang suka terlambat), The Indulger (secara umum kurang memiliki kontrol diri), The Evader (yang mencoba mengontrol perasaan gelisah atau keyakinan diri yang rendah dengan datang terlambat), dan The Rebel (sengaja datang terlambat untuk menunjukkan kekuasaan)

http://female.kompas.com/read/2013/02/19/14165427/Kenapa.Ada.Orang.yang.Selalu.TerlambatPenulis : Felicitas Harmandin

Cara Mengatasi Karyawan yang Suka Telat

Anda sebagai bos pasti akan merasa kecewa jika mempunyai karyawan yang suka datang telat. Pasti banyak alasan yang mereka ajukan, bisa karena terjebak macet, kesiangan, rumah jauh dari lokasi kantor, atau bahkan urus keluarga. Sebenarnya itu bukan hal yang patut untuk dijadikan alasan karena datang telat. Jika karyawan yang suka telat tidak segera Anda atasi, nanti bisa menimbulkan dampak buruk bagi perusahaan. Berikut cara mengatasi karyawan yang suka telat:

  1. Gunakan mesin absensi canggih

Menggunakan mesin absensi canggih tujuannya untuk melacak atau memantau kehadiran karyawan. Saat ini, mesin absensi terdiri atas berbagai tipe.Ada yang menggunakan PIN, kartu, dan sidik jari. Mesin absensi ini bisa meningkatkan kedisiplinan karyawan karena mesin ini akan berbunyi jika karyawan telat masuk kerjanya. Selain itu, mesin ini juga berbunyi jika sembarangan memasukkan kode/kartu/sidik jari.Menggunakan mesin absensi canggih bertujuan untuk meminimalisir dan menghilangkan kebiasaan buruk karyawan yang suka menitip absen kepada temannya.

  1. Berikan teguran

Jika karyawan Anda telat, tanyakan baik-baik alasan kenapa dia bisa telat. Setelah itu, beri dia nasehat/teguran serta masukkan agar tidak telat lagi, misalnya dengan menyarankan dia untuk bangun lebih pagi dengan menyetel alarm, mempersiapkan pakaian dan perlengkapan kerja di malam hari. Satu lagi,jangan lupa untuk bilang kepada karyawan Anda agar tidak mengulanginya lagi.

  1. Terapkan sistem denda

Jika sudah dinasehati tetapi ada yang masih mengulanginya, Anda bisa menerapkan sistem denda kepada karyawan Anda yang suka telat itu. Terapkanlah denda dengan jumlah yang wajar, misalnya denda dalam hitungan menit, setiap 1 menit 500 rupiah jadi kalau telat 5 menit saja sudah 2500 rupiah. Menerapkan sistem denda bisa membuat karyawan menjadi kapok untuk datang telat.

  1. Pertimbangkan untuk memberhentikannya (PHK)

Jika karyawan Anda masih tidak berubah dan sudah tidak bisa lagi untuk ditoleransi, pertimbangkanlah untuk memberhentikannya (PHK). PHK bisa dijadikan alternatif terakhir yang terpaksa dilakukan jika karyawan Anda sudah diingatkan berulang-ulang tapi tetap mengulanginya. Ingat, karyawan yang tidak disiplin dapat merusak reputasi dan kinerja perusahaan.

Itulah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi karyawan yang suka telat. Gunakan absensi canggih agar karyawan Anda tidak bisa menitip absen kepada temannya. Jika masih telat, tegur/beri nasehat atau terapkan sistem denda. Cara yang terakhir jika karyawan Anda masih telat dan tidak bisa lagi untuk ditoleransi, jangan ragu untuk memecatnya

http://www.dvaworship.com/2014/12/cara-mengatasi-karyawan-yang-suka-telat/

 

 

REFERENSI

Felicitas Harmandin.   http://female.kompas.com/read/2013/02/19/14165427/Kenapa.Ada.Orang.yang.Selalu.Terlambat.

 

http://www.dvaworship.com/2014/12/cara-mengatasi-karyawan-yang-suka-telat/

 

http://www.duniapelajar.com/2014/07/16/pengertian-disiplin-menurut-para-ahli/

Pipit Nurul Fitriah.

http://anotherlove-lifestories.blogspot.com/2012/02/budaya-telat-sebagai-simbol-identitas.html

 

.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Data Sekolah

SMK NEGERI 2 PEMATANGSIANTAR

NPSN : 10211794

JALAN SANGNAUALUH
KEC. SIANTAR TIMUR
KAB. KOTA PEMATANGSIANTAR
PROV. SUMATERA UTARA
KODE POS 21151
TELEPON 0622 7550562
FAX 0622 7550562
EMAIL info@smknegeri2pematangsiantar.sch.id

Maps Sekolah