SEKILAS INFO
: - Thursday, 22-10-2020
  • 5 bulan yang lalu / Pengumuman Kelulusan Kelas XII SMK Negeri 2 Pematangsiantar Tgl. 2 Mei 2020 Melalui Website ini dan Whats Group. Pukul 14.00 WIB.
  • 6 bulan yang lalu / Masa pelaksanaan proses belajar mandiri di rumah masing-masing melalui pembelajaran daring (online) diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 dan dievaluasi kemudian sesuai kebutuhan.
  • 6 bulan yang lalu / Physical Distancing, Cara Terbaik Mencegah Penularan Corona Covid-19
PENCEGAHAN ADIKSI GADGET MELALUI PENERAPAN STRATEGI PENGELOLAAN DIRI (SELF MANAGEMENT)

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat merubah berbagai aspek kehidupan, terutama perkembangan alat komunikasi telepon pintar (smarthphone) yang sangat mudah untuk digunakan dan memiliki berbagai manfaat atau fitur. Penggunaan gadget juga memberikan pengaruh pada dunia pendidikan. saat ini kebanyakan siswa sangat kecanduan dengan telepon pintar atau gadget. Saat di ruang kelas pun siswa mencuri-curi kesempatan untuk memainkan gadget. Hal ini dapat berdampak pada tidak optimalnya pembelajaran karena pikiran siswa tidak fokus.  Ilmu pengetahuan dan kesempatan bisa hilang karena gangguan gadget ini. Padahal di usia ini adalah saat terbaik untuk menyerap ilmu untuk bekal kehidupan mereka. Bila mereka rata-rata bermain gadget tanpa manfaat selama enam jam sehari, sama artinya membuang waktu seperempat kehidupan. Ini tentu memprihatinkan, mungkin mereka akan menjadi generasi tidak berpengetahuan, tidak terampil hidup, dan lemah karakter.

Seseorang dikatakan sudah kecanduan gadget apabila sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menggunakan gadget, seperti smartphone, tablet, laptop, atau portable gaming device. Istilah untuk kondisi ini adalah nomophobia (no mobile phobia), yang berarti ketakutan untuk aktivitas sehari-hari tanpa smartphone maupun gadget dalam bentuk lainnya. Adrian (2019) menyebutkan ciri-ciri seseorang kecanduan gadget: 1). Merasa tidak nyaman jika tidak bersama gadget; 2) keberatan atau enggan dilarang memegang gadget; 3) menggunakan gadget diwaktu makan; kerap memeriksa status atau unggahan (posting) pada gadget di tengah malam; 4) lebih sering berinteraksi dengan gadget daripada dengan orang lain; menghabiskan banyak waktu untuk membuat cuitan di Twiter, membalas status-status di facebook, atau mengirim surel menggunakan gadget sebagai bentuk komunikasi kepada orang lain; 5) lebih sering bermain gadget padahal seharusnya bisa melakukan hal lain yang lebih produktif; 6) cenderung menggunakan gadget padahal sedang sibuk dengan tugas sekolah atau pekerjaan kantor. (Adrian, 2019).

Adrian menyebutkan beberapa cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari resiko kecanduan penggunaan gadget : 1) tidak menggunakan gadget ketika sedang berjalan, apalagi saat mengoperasikan kendaraan bermotor; 2) atur dan batasi waktu penggunaan gadget, misalnya maksimal dua atau tiga jam sehari; 3) tidak menggunakan gadget ketika sedang makan bersama atau saat acara keluarga; 4) tentukan area bebas gadget, misalnya tidak menggunakan ketika berada di kamar mandi, dapur; 5) ganti waktu penggunaan gadget dengan aktivitas yang lebih sehat, misalnya berolahraga atau membaca buku; 6) jangan bermain gadget ketika akan tidur.

Faktor yang berkaitan erat dengan kecanduan siswa terhadap gadget adalah manjemen diri. Juana (2000) mengemukakan bahwa manajemen diri adalah kemampuan individu mengatur dan mengelola diri sendiri dalam hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan, waktu dan pencapaian tujuan diri. Prijosaksono (2001) menajemen diri atau self management merupakan kemampuan individu untuk  mengendalikan sepenuhnya keberadaan diri secara keseluruhan (fisik, emosi, mental  ataupun pikiran, jiwa maupun rohnya) dan realita kehidupannya dengan memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya.

Pada dasarnya selft management merupakan salah satu penerapan teori modifikasi perilaku gabungan behavioristik dan kognitif social. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan pada beberapa masalah terkait dengan diri sendiri dimana tingkah laku dapat dirubah berdasarkan kemauan sendiri. Self management dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar, mengontrol berat badan, mengurangi kebiasaan merokok, kebiasaan belajar yang buruk, kecemasan, dan mengurangi kebiasaan berkata jorok. (Fauzan. 2009)

Manajemen diri dapat membentuk individu kearah lebih baik sesuai dengan perilaku mana yang akan diubah, ditingkatkan atau dikurangi sehingga mampu membantu individu untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gadget. Maxwell (Prijosaksono, 2001) mengemukakan aspek-aspek yang terdapat dalam manajemen diri antara lain:

  1. Pengelolaan waktu, waktu merupakan hal utama dalam manajemen diri. Seperti halnya kehidupan yang harus dikelola dan dikendalikan, waktu juga harus dikelola dan dikendalikan dengan sebaik-baiknya agar dapat mencapai sasaran dan tujuan dalam kehidupan dan pekerjaan secara efektif dan efisien.
  2. Hubung antar manusia. Hubungan personal yang erat dapat menjadi sumber kekuatan dan pembaruan yang terus menerus. Efektif  tidaknya hubungan seseorang dengan orang lain sangat mempengaruhi pencaipan terbaik dalam kehidupan, dan dalam mengembangkan kehidupan yang lebih baik
  3. Perspektif diri. Perspektif diri terbentuk jika individu dapat melihat dirinya sama dengan apa yang dilihat orang lain pada dirinya. Individu yang dapat melihat dan menilai dirinya sama dengan apa yang dilihat dan dipikirkan oleh orang lain pada dirinya berarti individu tersebut jujur dan nyata dalam menilai dirinya sendiri sehingga individu tersebut memiliki penerimaan diri yang lebih luas yang pada akhirnya akan mempermudah individu dalam manajemen diri.

Strategi yang pertama dan utama dalam menajemen diri adalah berusaha mengetahui diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dengan segenap kekuatan dan potensinya. Individu yang dapat mengatur waktunya dengan baik tidak akan pernah kehilangan waktu dan kesempatan untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya, mampu mengampil keputusan dengan cepat dan memiliki inisiatif dan ide-ide cemerlang berkaitan dengan pekerjaan. Siswa yang memiliki manajemen diri tinggi akan mampu mengatur diri sendiri dan menentukan prioritas tujuan dengan menggunakan waktu seefektif dan seefisien mungkin melakukan   proses perubahan untuk menciptakan kesejahteraan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Data Sekolah

SMK NEGERI 2 PEMATANGSIANTAR

NPSN : 10211794

JALAN SANGNAUALUH
KEC. SIANTAR TIMUR
KAB. KOTA PEMATANGSIANTAR
PROV. SUMATERA UTARA
KODE POS 21151
TELEPON 0622 7550562
FAX 0622 7550562
EMAIL info@smknegeri2pematangsiantar.sch.id

Maps Sekolah